Cerdik Meminimalisir Kerugian ketika Berbisnis

Tidak selamanya  bisnis memberikan keuntungan. Ada kalangan bisnis yang dijalankan justru memberikan kerugian ringan atau besar. Jangankan Anda yang notabene sebagai pemula bisnis dengan pengalaman minim, pebisnis manula sekalipun berpotensi mengalami kerugian ketika berbisnis. Kendatipun demikian, kerugian ketika bebrisnis masih bisa diminimalisir sehingga tidak mengganggu kondisi finansial usaha yang dapat mengancam kelangsungan usaha. Simak beberapa cara cerdik meminimalisir kerugian ketika berbisnis:

Memanajemen keuangan usaha dengan baik

Kerugian usaha bisa diakibatkan karena pengelolaan keuangan usaha yang kurang tepat. Meskipun Anda menjalani usaha kecil, alangkah baiknya tidak mencampuraduk keuangan usaha dengan pribadi. Hal ini ditakutkan keuangan usaha lama-kelamaan akan habis karena terus diambil untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Pada akhirnya, kegiatan operasional usaha jadi terhambat. Di samping itu, Anda disarankan mengalokasikan sekian persen dari keuntungan usaha untuk membeli asuransi kesehatan pekerja. Ketika karyawan sakit & harus dirawat di rumah sakit, Anda tak perlu menarik keuangan usaha karena bisa mengajukan klaim ke perusahaan asuransi. Dalam mengelola keuangan usaha, Anda disarankan melakukan investasi. Jika tidak, keuangan usaha akan tergerus laju inflasi.

Merawat gudang persediaan & mengelola persediaan dengan metode FIFO

Usaha yang mengalami kerugian juga bisa disebabkan karena barang yang akan dijual mengalami kerusakan atau kadaluarsa. Untuk meminimalisir kerugian karena masalah ini, Anda dianjurkan mengelola gudang persediaan dengan baik. Misalnya dengan mengoptimalkan ventilasi udara & pencahayaan sehingga tidak terjadi kelembaban pada gudang yang memicu kerusakan pada persediaan dan mengelompokkan persediaan sesuai jenis, kode, spesifikasi, dll untuk menghemat waktu pengambilan sekaligus meminimalisir kerusakan. Di samping itu, Anda juga disarankan mengelola persediaan dengan metode FIFO atau First In First Out. Dengan demikian, kerugian akibat persediaan barang yang kadaluarsa bisa diminimalisir karena barang yang pertama kali masuk akan dikeluarkan pertama kali juga.

Memantau perubahan kebutuhan pasar

Kebutuhan pasar sejatinya tidak tetap, dari waktu ke waktu akan terus mengalami perubahan. Untuk meminimalisir kerugian akibat barang tak laku dipasaran, Anda harus terus memantau perubahan kebutuhan pasar. Pemantauan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti halnya menyebarkan kuesioner, melemparkan pertanyaan langsung kepada pasar, update informasi di koran, majalah, atau media online, atau bisa juga dengan mengamati perbincangan di akun jejaring sosial. Setelah tahu, Anda bisa membuat atau menawarkan produk yang sesuai dengan mereka. Bukan hanya tidak sulit dalam melakukan pemasaran, menawarkan apa yang memang dibutuhkan & diinginkan pasar juga dapat meminimalisir barang sulit terjual.

Mengobral segera barang yang tak laku

Tidak semua barang yang Anda tawarkan laku terjual dalam waktu singkat. Ada yang membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan stock-nya. Kalau barang yang dijajakan bukan makanan, ini tidak terlalu masalah karena barang tidak mudah basi. Kalau dalam kategori makanan, tentu Anda harus berusaha menjualnya sesegera mungkin karena barang mudah basi. Untuk menghindari kerugian karena barang tak kunjung lagi, disarankan untuk segera mengobral barang dagangan Anda. Turunkan harga sampai barang dilirik oleh konsumen. Meski tidak mendapatkan untung, setidaknya Anda bisa balik modal.