Sebelum Resmi Memasarkan Produk

Memasarkan produk memang perkara yang tidak begitu sulit tapi perlu diketahui bahwa ada sejumlah perusahaan yang terpaksa menarik kembali produk mereka di pasaran karena alasan tertentu. Hal ini jelas merugikan karena perusahaan harus mengeluarkan sejumlah dana untuk melakukan hal ini. Ditambah lagi, penilaian buruk dari konsumen bisa saja terjadi atas apa yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Maka dari itu, sebelum resmi memasarkan produk, perusahaan harus melakukan hal-hal di bawah ini agar tak merugi:

Pastikan kemasan dan produk bagus

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum memasarkan produk adalah memastikan terlebih dahulu kemasan dan produk dalam kondisi bagus. Ini artinya bahwa kemasan tidak rusak, luntur, berjamur, dan tidak layak pakai. Begitu juga dengan produk di dalamnya yang diharapkan layak pakai, bagus, dan tidak cacat. Sebagai contoh, jika produk yang ingin dipasarkan adalah shampoo sachet, pastikan kemasan tidak rusak dan lusuh dan isinya bagus dan tidak bau. Begitu juga bila barang elektronik yang ingin dipasarkan, pastikan bahwa kardus yang membukus produk tidak basah dan rusak dan isinya bisa berfungsi dengan baik ketika dihidupkan. Sementara itu untuk makanan, selain mengecek kemasan dan produknya, disarankan untuk memberikan informasi mengenai tanggal kadaluarsa produk agar konsumen tahu sampai kapan produk bisa digunakan. Sertakan pula izin dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI atas produk tersebut agar produk aman untuk dikonsumsi.

Lakukan uji coba terhadap produk untuk mengetahui plus dan minusnya

Akan terasa sia-sia jika inovasi dan kreatifitas yang sudah dituangkan pada produk harus berakhir dengan kegagalan produk di pasaran. Para konsumen tidak bisa menggunakan produk karena alasan tertentu yang membuat perusahaan mau tidak mau harus menanggung kerugian besar. Guna menghindari hal ini, disarankan untuk melakukan uji coba terhadap produk untuk mengetahui plus dan minusnya sebelum benar-benar dipasarkan. Misalnya, jika ingin menjual smartphone baru, minta beberapa orang karyawan dan juga orang dari luar perusahaan untuk menguji coba performa gadget tersebut dan biarkan mereka menyampaikan apa kelebihan dan kekurangan yang ada pada produk tersebut. Begitu juga, jika yang ingin dipasarkan adalah produk makanan, minta orang-orang di perusahaan dan luar perusahaan untuk mencicipi rasa produk dan memberikan komentar mereka. Jika banyak yang tertarik dengan rasanya, itu berarti bahwa produk layak untuk dipasarkan. Sebaliknya, jika mereka mengeluh soal rasa makanan yang terlalu kepedasan, keasinan, atau hambar, perbaiki produk tersebut sampai benar-benar layak untuk sampai dan digunakan oleh konsumen.

Buat iklan untuk mempermudah calon konsumen mengenal produk

Produk baru biasanya diabaikan oleh konsumen karena mereka tidak tahu apakah produk tersebut layak untuk digunakan atau kualitasnya lebih baik dari produk-produk lainnya. Anggapan miring tentu saja ada jika konsumen tidak mengenal produk. Karena alasan inilah, disarankan untuk membuat iklan guna mempermudah calon konsumen mengenal produk. Tidak harus memasang iklan di televisi atau pun radio jika dana terbatas, cukup dengan mempekerjakan SPG wanita dan pria untuk memperkenalkan produk di pusat perbelanjaan tradisional maupun modern. Buat pula spanduk yang mempromosikan produk agar konsumen bisa dengan mudah memahami produk tersebut. Di sisi lain, jika perusahaan memiliki dana yang lebih dari cukup, memasang iklan di surat kabar, radio, atau televisi sangat disarankan agar produk bisa cepat dikenal oleh masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *